Tidak banyak orang yang bisa mewujudkan mimpi. Jujur saja, akupun juga belum bisa mewujudkan mimpiku sendiri. 19 tahun sudah aku hidup di dunia ini. 19 tahun pula aku memiliki mimpi yang tiada batasnya. Walaupun terkadang banyak orang yang mencibir sebuah mimpi. Tapi mimpi bisa membuat hidup kita menjadi indah.
Sewaktu masih taman kanak, aku pernah bermimpi pengen jadi seorang penari,, liat para penari berlenggak lenggok, kayanya seneng banget, bisa jalan jalan keluar negeri pula,, dan Babeku pun berniat memasukkan aku kedalam sanggar tari di daerahku. Biayanya si mahal banget,, tapi karena letak sanggarnya itu satu wilayah denganku, jadi dapet keringanan deh. Yah, lumayan lah buat orang yang pas pas an kaya kami ini... Pertama kali latian aku antusias sekali, langsung pinjem sampur tetangga. Hahaha. Nah, pas hari keduanya, baru diajari macak gulu,, yang geleng gelengin leher itu,, kagak bisa!! dan akupun malas! dan memutuskan untuk berhenti saja..
Dan karena Babe dan Ibuku saat mudanya adalah atlit voli, setelah aku keluar dari sanggar tari itu (bukan keluar, tapi mengeluarkan diri) aku langsung ikut latihan voli di GOR, bersama sama dengan teman teman yang baru.. Lumayan lama juga, sampai kelas 6 SD aku baru berhenti latihan karena harus fokus sama ujian kelulusan. Nah, bermimpi menjadi seorang atlit voli, yang bisa main di luar negeri, banyak teman, dan banyak pengalaman serta tantangan adalah kesukaanku, tapi karena tragedi ujian nasional yang berstandar nilai kelulusan, membuatku harus rela melepas impianku menjadi seorang atlit voli.
Mimpiku kali ini waktu aku masih duduk sibangku sd, mulai dari ingin jadi dokter dan tinggal disuatu daerah yang banyak terdapat anak busung lapar, dan disana aku bakalan jualan susu pertumbuhan dengan harga yang sangat murah, mendirikan sekolah biar anak anaknya jadi pada pinter. Tapi untuk jadi dokternya, kayanya ga mungkin pake banget dah, selain keterbatasan biaya, kapasitas otakku udah mau overload ini,, apalagi kalo masuk ke Fakultas Kedokteran, hadeeeeh,, langsung meledak kali ni pala ,, hahaha :D
Bermimpi untuk mendirikan sekolah di suatu sudut kota Jakarta, dengan murid para anak anak jalanan, itu sepintas ada di otakku, berfikir bahwa tidak sepantasnya anak anak yang seharusnya bahagia belajar dan bermain dengan teman temannnya, bukan malah harus bekerja keras mencari uang di jalanan. Miris sekali rasanya. Tapi hiruk pikuk kota Jakarta mematahkan keinginanku. Dengan sifatku yang ceroboh dan tidak pernah suka menunggu ini tidak pantas menghadapi kota yang penuh dengan kemacetan itu.
Dulu, aku juga pernah bermimpi menjadi seorang peternak yang hidup di ladang yang luas, dengan banyak sapi, domba, ayam dan juga kuda.. Seperti yang ada di Harvest moon itu,, hahaha.. Tapi ga mau kalo jadi peternak di Indonesia, pengennya di luar negeri,.. hehehhe
Jadi petani juga pengen, nanem jagung, nanem nanas, nanem kol, ngerawat tiap hari, terus panen,, hahahaha... Kayanya seneng banget dech... tapi juga ga kesampean karena ga punya lahan..
Ngomong soal mimpi, aku ga pernah sekalipun berfikir buat jadi Presiden, aku malah pengennya jadi Wanita Angkatan Udara,.. Ga banyak cewek yang punya pikiran mau jadi AURI, tapi kalo jadi AURI, aku ga bisa menetap diluar negeri,, padahal itu adalah impian terbesarku, hidup dan sukses di luar negeri..
Ngomong soal mimpi pasti ga bakal ada abisnya deh... hehhehe
apalagi mimpiku yang muluk muluk...

